Selasa, 15 Mei 2012 14:09 WIB
Studi banding salah sasaran, terpantau digawangi para wakil rakyat asal Kabupaten Tambrauw, Provinsi Papua Barat.
Sekitar 5 wakil rakyat bersama, 5 staf asal tanah papua itu, menyambangi kantor DPRD Kabupaten Minahasa Utara, Selasa (15/5/2012) siang.
Para wakil rakyat dipimpin Ketua DPRD Tambrauw, Petrus Yewen. Mereka diterima Ketua DPRD Minut, Berty Kapojos
Menurut Yewen, kedatangannya untuk studi banding tentang pariwisata, dan meninjau peraturan daerah tentang hal tersebut. "Kedatangan kami ke Minut untuk studi banding, pengelolaan pariwisata, kami sedang perencanaan pembentukan perda, sehingga perlu banyak belajar. Sekarang sedang masuk tahap rencana induk tahun ke 3 dan 4," sebut Yewen.
Meski demikian, dari amatan tak ada bentuk studi banding yang kongkrit, pertemuan hanya pembicaraan formalitas dan tatap muka di ruangan Ketua DPRD Minut. Sedangkan, pembahasan perda tak mendalam, kalau pun dibahas hanya sekedar pembicaraan biasa saja yang bersifat umum.
Seharusnya para Anggota DPRD Tambrauw itu melakukan kunjungan ke Pemprov Sulut, namun menurut Yewen, karena ada kesalahan teknis, surat penyampaian kunjungan terlambat diterima. Alhasil, Pemprov tak punya agenda, menerima wakil rakyat Tambrauw. Alternatifnya, rombongan berkunjung mendadak ke DPRD Minut.
Lepas dari kejadian itu, membahas soal pariwisata, Yewen mengatakan, di Tambrauw, hidup spesies Penyu Belimbing yang hanya bisa ditemui di tiga lokasi di dunia, yakni Kanada, India, dan Tambrauw. Potensi ini, kata dia, belum maksimal dikelola, karena kendala infrastruktur. Ia memaparkan, ada 35 kilometer garis pantai tempat bertelur penyu belimbing. Bulan September, spesis langka itu berada di Tambrauw "Di Kanada dan India tempat penyu itu main, di Tambrauw tempatnya bertelur," sebutnya.
Ketua DPRD Minut membenarkan, rombongan DPRD Tambrauw datang mendadak, namun hal tersebut kata Kapojos, bukan masalah, ia malah senang, ada kunjungan sesama wakil rakyat "Memang rombongan mendadak, ke Minut, sebagai DPRD harus layani, kami bangga ada kunjungan, saling tukar pengalaman dan masukan," sebut dia.
Kata Kapojos, soal pariwisata, tak terlalu banyak dibahas. Pembicaraan lebih ke Perda pemakaian kendaraan dinas dari PNS, Perda Catatan Sipil, dan pelayanan kesehatan.
Sumber : http://manado.tribunnews.com/m/index.php/2012/05/15/wow-rombongan-dprd-tambrauw-nyasar-di-minut
Tidak ada komentar:
Posting Komentar