Last Updated on Monday, 04 June 2012 14:39Written by lentera1 Monday, 04 June 2012 14:38
Manokwari, lenterapapuabarat.com (04/06/2012) – Ketua Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Suku Karon, Max Teniwut meminta agar tak ada pihak-pihak yang mempermasalahkan pelantikan Sekda (Sekretaris Daerah) Kabupaten Tambrauw, Selasa pekan lalu. Alasannya, jabatan sekda merupakan jabatan karier dan bukan jabatan politis.
“Kami pemuda pelajar dan mahasiswa Suku Karon mendukung penuh semua proses yang dilakukan oleh Bupati Tambrauw dan Gubernur Papua Barat. Kami menyadari bahwa jabatan seorang sekretaris daerah adalah jabatan karier dan bukan jabatan politis. Siapapun orangnya kami tetap mendukung apa yang sudah ditetapkan bupati,” ujar Max.
Dikatakan Max, pihaknya telah melayangkan surat ke Bupati Tambrauw perihal dukungan terhadap pelantikan Sekda yang dilakukan lalu. Dia juga menyayangkan, adanya kelompok yang tidak mendukung bahkan menuding Gubernur Papua Barat telah ingkar janji. “Kami nyatakan, bahwa hal itu adalah pikiran-pikiran elit yang punya kepentingan pribadi,” tandas Max lagi.
Soal wilayah Kabupaten Tambrauw, menurut Max, empat distrik, Kebar, Senopi, Amberbaken dan Mubrani sampai saat ini masih tetap menjadi wilayah Kabupaten Manokwari. Walau ada Keputusan Mahkamah Konstitusi. Keempat distrik tersebut tidak mendapatkan APBD dari Pemkab Tambrauw.
“Keputusan MK menyatakan 4 distrik masuk ke wilayah Kabupaten Tambrauw, tapi realitanya, sampai sekarang keempat distrik tersebut tetap berada di wilayah Kabupaten Manokwari,” ujarnya Senin (4/6).
Max menambahkan, keempat distrik, Kebar, Amberbaken, Senopi dan Kebar ditambah Distrik Sidey telah diusulkan untuk membentuk calon kabupaten tersendiri, yakni Tambrauw Timur. Menurut dia, pada Raker Bupati/Walikota di Bintuni belum lama ini, Dirjen Otda menyatakan, pemekaran Tambrauw Timur bakal terwujud sebelum pemekaran Kota Manokwari. [LTR-03]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar