Jumat, 11 Mei 2012
MANOKWARI - Kondisi jembatan Kali Api yang menjadi penghubung ruas jalan dari Senopi menuju distrik Kebar ini semakin memprihatinkan bahkan sudah mengancam keselamatan pengendara yang melintas.
Jembatan berbahan kayu ini, sudah nyaris putus karena konstruksinya lapuk dimakan usia. Kendaraan melintas harus berhati-hati, jika tidak ingin kecebur ke dalam kali.
Tak sekedar membuat relasi antar warga dua distrik bertetangga ini terganggu, kerusakan parah pada jembatan yang berada pada ruas Trans Papua Barat ini juga berakibat akses untuk mendapatkan barang-barang kebutuhan sehari-hari menjadi terhambat.
Menurut kepala distrik Senopi Oscar Bame, S.Sos kerusakan jembatan Kali Api juga berdampak pada aktivitas persekolahan di wilayah setempat.
Pasalnya, setiap kali terjadi hujan lebat, bisa dipastikan siswa SD dari Kebar yang hendak bersekolah di Senopi, maupun anak-anak Kebar yang mau menuju SMPN Senopi tak bisa melintas.
“Kalau banjir, jangankan kendaraan, manusia saja tidak bisa lewat, jembatan Kali Api juga sudah banyak makan korban, seperti kendaraan yang hanyut karena memaksa lewat saat banjir, ada masyarakat juga pernah hanyut, “ ungkap Oscar di Manokwari, kemarin.
Dikatakan, kondisi jembatan yang memprihatinkan serta jalan yang penuh lubang sehingga suliut dilewati kendaraan, membuat warga dua distrik yang kini tergabung dengan kabupaten Tambrauw menjadi terisolir. Buntutnya, pembangunan dan pelayanan kemasyarakatan nyaris tidak bisa berjalan. Oscar mengaku, dirinya termasuk pula kepala distrik Kebar sudah berulang kali meminta Pemprov Papua Barat maupun Pemkab Manokwari memperbaiki jembatan tersebut. Namun, belum juga ada tanggapan.
“Masyarakat di sini cuma dengar ada dana untuk jalan Trans Papua Barat yang turun dari pusat, tetapi kondisi jalan dan jembatan di sini tetap saja rusak macam begini, “keluhnya sembari berharap segera ada kejelasan pelimpahan aset distrik Senopi dari Pemkab Manokwari ke Pemkab Tambrauw.(vgpb)
MANOKWARI - Kondisi jembatan Kali Api yang menjadi penghubung ruas jalan dari Senopi menuju distrik Kebar ini semakin memprihatinkan bahkan sudah mengancam keselamatan pengendara yang melintas.
Jembatan berbahan kayu ini, sudah nyaris putus karena konstruksinya lapuk dimakan usia. Kendaraan melintas harus berhati-hati, jika tidak ingin kecebur ke dalam kali.
Tak sekedar membuat relasi antar warga dua distrik bertetangga ini terganggu, kerusakan parah pada jembatan yang berada pada ruas Trans Papua Barat ini juga berakibat akses untuk mendapatkan barang-barang kebutuhan sehari-hari menjadi terhambat.
Menurut kepala distrik Senopi Oscar Bame, S.Sos kerusakan jembatan Kali Api juga berdampak pada aktivitas persekolahan di wilayah setempat.
Pasalnya, setiap kali terjadi hujan lebat, bisa dipastikan siswa SD dari Kebar yang hendak bersekolah di Senopi, maupun anak-anak Kebar yang mau menuju SMPN Senopi tak bisa melintas.
“Kalau banjir, jangankan kendaraan, manusia saja tidak bisa lewat, jembatan Kali Api juga sudah banyak makan korban, seperti kendaraan yang hanyut karena memaksa lewat saat banjir, ada masyarakat juga pernah hanyut, “ ungkap Oscar di Manokwari, kemarin.
Dikatakan, kondisi jembatan yang memprihatinkan serta jalan yang penuh lubang sehingga suliut dilewati kendaraan, membuat warga dua distrik yang kini tergabung dengan kabupaten Tambrauw menjadi terisolir. Buntutnya, pembangunan dan pelayanan kemasyarakatan nyaris tidak bisa berjalan. Oscar mengaku, dirinya termasuk pula kepala distrik Kebar sudah berulang kali meminta Pemprov Papua Barat maupun Pemkab Manokwari memperbaiki jembatan tersebut. Namun, belum juga ada tanggapan.
“Masyarakat di sini cuma dengar ada dana untuk jalan Trans Papua Barat yang turun dari pusat, tetapi kondisi jalan dan jembatan di sini tetap saja rusak macam begini, “keluhnya sembari berharap segera ada kejelasan pelimpahan aset distrik Senopi dari Pemkab Manokwari ke Pemkab Tambrauw.(vgpb)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar